Pantai Blang Ulam

pantai blang ulam

Terletak dekat 6 km dari Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Aceh Besar, Pantai Blang Ulam menaruh pesona asri dengan pasir putih serta hijaunya bakau yang berkembang di laut. Lokasinya tidak dibuka buat universal bagaikan objek wisata, sebab jadi tempat untuk para nelayan kecil mendaratkan perahunya.

Pantai Blang Ulam ialah salah satu tempat wisata di Aceh yang mempunyai pantai berpasir putih dan menawarkan panorama alam nan eksotis.

Warga Blang Ulam, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, menyebut pantai ini dengan Blang Ulam. Lokasinya berjarak dekat 6 km dari pelabuhan Malahayati, Krueng Raya. Pantai Blam Ulam mempunyai hamparan pasir putih sama semacam di Pantai Lhok Mee. di aceh juga ada pantai Pantai Suak Ribee yang bisa kamu kunjungi di daerah yang menerapkan syariat islam ini..

Tetapi sayangnya pantai ini belum ramai didatangi turis. Sepanjang ini pantai tersebut dijadikan bagaikan tempat berlabuhnya kapal- kapal nelayan tradisional kepunyaan masyarakat setempat. Pantai ini bukan tempat wisata. Ini tempat para nelayan, jika ingin dijadikan tempat wisata, wajib terdapat izin dari geuchik( kepala desa- red) dahulu.

Pantai Blang Ulam berpasir putih yang ditumbuhi mangrove tipe Sonneratia ini mulai jadi posisi wisata untuk warga Kota Banda Aceh serta Aceh Besar. Keadaan terumbu karang di Pantai Blang Ulam banyak yang rusak( karang tepi) namun sudah mulai terjalin perkembangan koloni karang baru paling utama pada wilayah yang agak jauh dari pantai.

Pesona Pantai Blam Ulam

Secara tampilan pula Pantai Blang Ulam nyaris menyamai keistimewaan yang terdapat di Pantai Lhok Me. Dapat dideskripsikan dengan pantai yang berpasir putih, berair jernih kebiru- biruan serta di tiap pinggirnya ada tumbuhan bakau dengan akarnya yang runcing- runcing. Riak ombang tetap berderu dibalik pepohonan bakau yang sebagiannya rimbun serta sebagiannya lagi cuma berkembang satu- satu.

Disinilah letak keelokan serta eksotismenya. Bila dibanding dengan Pantai Lhok Me yang lebih banyak pendatang sehingga banyak bangunan orang dagang yang berdiri kurang tertib sehingga disisi lain bisa mengurang keelokan pantai tersebut.

Beda dengan Pantai Blang Ulam yang masih belum terdapat orang dagang serta otomatis tidak terdapat bangunan apapun sehingga sangat elok ditatap mata dengan seluruh keelokan asli semacam ini, Pantai Blang Ulam menunjukkan keelokan alami. Secara formal pantai ini belum masuk bagaikan objek wisata, sebab dikhawatirkan dengan ramainya turis wisata hendak mengganggu keelokan serta keeksotisan Pantai Blang Ulang bila tidak dilindungi.

Baca Juga  Pantai Lanaga

Pantai Blang Ulam mempunyai posisi strategis buat berkemah. Kamu cuma tinggal menyusuri garis pantai serta silahkan memilah view sangat cocok, sangat indah, kemudian dirikanlah tenda. Dianjurkan buat mengambil jarak yang lumayan dari bibir pantai, buat mengestimasi air pasang. Umumnya air kembali surut dekat jam 01. 00 dini hari, serta kamu hendak melihat sebagian ikan, kepiting, udang terdampar di pinggir Pantai Blang Ulam.

Ikan ikan ini terbawa dikala air pasang. Kanak- kanak muda yang berkemah disitu umumnya membuat api serta membakar ikan, kepiting maupun udang free dari laut itu, dengan bumbu seadanya yang mereka membawa. Kadangkala cuma dilumuri garam saja telah nikmat.

Betapa nikmatnya tidur sampai larut malam menikmati desiran angin serta deru ombak dengan jamuan semacam itu bukan? Oh ya, hati hati kala menangkap kepiting hidup- hidup dari bibir Pantai Blang Ulam, capitnya dapat melukai kamu. Hendaknya kamu memakai perlengkapan bantu bumbung ataupun sejenisnya, ataupun dapat pula melindungi tangan kamu dengan sarung tangan.

Keelokan Pantai Blang Ulam bisa kita nikmati bersama dengan ber- selfie ataupun hanya bersantai bersama keluarga. Keeksotisan Pantai Blang Ulam mudah- mudahan terus dilindungi sehingga menjadikannya senantiasa istimewa. Silahkan berkunjung ke pantai ini meski ini bukan“ Pantai Wisata”.

Mengapa bukan“ Pantai Wisata”? Sebab konon katanya hingga dikala ini belum terdapat izin yang melaporkan ini tempat wisata sebab pantai ini cumalah pantainya nelayan

walaupun Pantai Blang Ulam menaruh keelokan yang tidak kalah dari pantai yang lain. Bagi data, bila mau menjadikan Pantai Blang Ulam bagaikan tempat wisata, wajib terdapat izin dari geuchik, ataupun Kepala Desa.

Pantai Blang Ulam, Pantainya Para Nelayan

Sesungguhnya Pantai Blang Ulam merupakan tempat pendaratan ikan untuk nelayan dengan tipe kapal kecil di wilayah ini. sehingga tidak salah disekitar Blang Ulam dihuni oleh Penduduk menjabat nelayan baik pendatang ataupun penduduk asli setempat.

Nelayan disini tediri dari nelayan yang mencari ikan disekitar pantai dengan metode menyelam ataupun memancing serta nelayan yang melaut disekitar kawasan ini. Komoditi unggul disini merupakan Lobster, Ikan Kerapu, serta sebagian tipe kerang. Tidak salah lagi dengan keeksotisan serta kelestarian Pantai Blang Ulam.

Baca Juga  Pantai Pusong Sangkalan

Disini sangat menjanjikan kesempatan usaha untuk nelayan buat menemukan tipe hewan laut yang bisa dijual dengan harga besar serta penawaran yang pula sangat besar pula baik dalam ataupun diluar negara. Disini pula ada tambak/ kolam pemeliharaan udang yang telah dikelola secara modern serta professional.

Masyarakat setempat menaruh harapan Pantai Blang Ulam sesuatu dikala tidak cuma jadi pantainya para nelayan, tetapi pula bagaikan salah satu objek wisata. Sebab perihal ini hendak menggeliatkan perekonomian masyarakat setempat. Baik di zona kuliner, kreatifitas souvenir, penginapan, serta fasilitas- fasilitas penunjang yang lain.

Ini hendak membuat Pantai Blang Ulam lebih menarik tanpa melenyapkan kesan alami, yang telah jadi karakteristik khas Pantai Blang Ulam. Pasti saja perihal ini hendak mendesak Pantai Blang Ulam lebih diketahui, tidak cuma turis dari masyarakat Aceh sendiri, tetapi hendak sanggup menarik turis dari daerah- daerah lain apalagi turis mancanegara.

Penginapan serta Kuliner Di dekat Pantai Blang Ulam

Pantai Blang Ulam cuma berjarak 6 kilometer dari Krueng Raya Aceh besar. Tempat menginap pasti berarti buat kamu istirahat sehabis seharian letih melancong. Supaya kamu mempunyai opsi lebih bermacam- macam yang disesuaikan dengan selera serta buget kamu.

Entah buat sarana simpel ataupun lengkap, pula kisaran harga dari yang sangat murah sampai yang mahal. Kamu dapat memastikan dengan bebas di Krueng Aceh Besar. Berikut sebagian opsi yang dapat kamu pertimbangkan, antara lain;

Hotel Kumala, Kuta Alam, Hotel Permata, wisma syariah serta banyak lagi. Harga berkisar di 50. 000,-hingga 700. 000,-.

Demikian juga dengan kuliner, Meulaboh menawarkan aneka menu westren hingga yang familier di nusantara semacam nasi goreng serta lain- lain, ataupun kamu bisa jadi tertarik makanan- makanan khas yang dapat kamu cicipi, antara lain;

Ayam tangkap, ialah menu berbahan utama ayam yang bersembunyi dibalik daun- daun/ sayur- mayur. Rasanya unik serta lezat.

Ketahui campur Aceh, berbahan ketahui, tauge, selada, mentimun lengkap dengan saus kacang dan taburan emping.

Kopi Krueng

Mie Aceh, ialah mie kuah khas Aceh. Kisaran harga

kuliner di meulaboh antara 10. 000,- sampai 30. 000.

Pantai ini terletak kira- kira 6 Kilometer dari Pelabuhan Malahayati di kawasan Krueng Raya.

Baca Juga  Pantai Ujong Batee Puteh Aceh

Sebagian pantai indah ada disini. Misalnya Pantai Ujung Batee serta Lhok Me ataupun kerap diucap golongan bergaya- gaya dengan Pantai Pasir Putih.

Bila kamu sempat ke Pantai Lhok Me, hingga Pantai Blang Ulam dapat dikatakan orang sebelah dekatnya pantai ini.

Secara tampilan pula pantai ini nyaris menyamai keistimewaan yang terdapat di Pantai Lhok Me.

Dapat dideskripsikan dengan pantai yang berpasir putih, berair jernih kebiru- biruan serta di tiap pinggirnya ada tumbuhan bakau dengan akarnya yang runcing- runcing.

Riak ombang tetap berderu dibalik pepohonan bakau yang sebagiannya rimbun serta sebagiannya lagi cuma berkembang satu- satu. Disinilah letak keelokan serta eksotismenya.

Bila dibanding dengan Pantai Lhok Me yang lebih banyak pendatang sehingga banyak bangunan orang dagang yang berdiri kurang tertib sehingga disisi lain bisa mengurang keelokan pantai tersebut.

Beda dengan Pantai Blang Ulam yang masih belum terdapat orang dagang serta otomatis tidak terdapat bangunan apapun sehingga sangat elok ditatap mata dengan seluruh keelokan yang dipastikan alami.

Yang dikhawatirkan dengan ramainya turis wisata hendak mengganggu keelokan serta keeksotisan pantai ini bila tidak dilindungi.

Sesungguhnya Blang Ulam merupakan tempat pendaratan ikan untuk nelayan dengan tipe kapal kecil di wilayah ini.

Sehingga tidak salah disekitar Blang Ulam dihuni oleh Penduduk menjabat nelayan baik pendatang ataupun penduduk asli setempat.

Nelayan disini tediri dari nelayan yang mencari ikan disekitar pantai dengan metode menyelam ataupun memancing serta serta nelayan yang melaut disekitar kawasan ini.

Komoditi unggul disini merupakan Lobster, Ikan Kerapu, serta sebagian tipe kerang.

Disini pula ada tambak/ kolam pemeliharaan udang yang telah dikelola secara modern serta professional.

Foto Pantai Blang Ulam

Keelokan Pantai Blang Ulam bisa kita nikmati bersama dengan ber- selfie ria ataupun hanya“ meramin” bersama keluarga. Keeksotisan pantai ini harap terus dilindungi sehingga menjadikannya senantiasa istimewa.

pantai blang ulam aceh
pantai blang ulam
0,0 rating
0 out of 5 stars (based on 0 reviews)
Excellent0%
Very good0%
Average0%
Poor0%
Terrible0%

Tinggalkan Komentar

Berapa Bintang Tempat Ini?*

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.